Jumat, 1 Maret 2024

KPAI Soroti Keamanan Penonton Anak Dalam Event Olahraga dan Konser

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Retno Listyarti Komisioner KPAI. Foto: KPAI

Retno Listyarti Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau penyelenggara acara (event organizer/EO) olahraga maupun konser agar memperhatikan aspek keamanan penonton, dan memastikan bahwa acara tersebut aman untuk didatangi penonton di bawah umur dengan pengawasan orangtua.

“Kegiatan pertandingan olahraga apapun, termasuk konser musik yang menjual tiket besar-besaran dan menyediakan tiket untuk anak, maka wajib dipastikan bahwa tempat acara aman untuk anak,” kata Retno melalui pesan singkat kepada Antara, Rabu (5/10/2022).

Retno mengatakan bahwa penyelenggara acara harus tegas untuk melarang masuknya anak, atau penonton yang membawa anak, bila pihaknya tidak bisa menjamin keamanan untuk penonton di bawah umur.

“Kalau memang tidak ada keamanan untuk anak maka sebaiknya tidak menjual tiket untuk anak dan melarang dengan tegas penonton membawa anak,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa KPAI Indonesia turut prihatin dan sangat berduka atas banyaknya anak-anak yang menjadi korban dalam tragedi Kanjuruhan.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur di Kabupaten Malang, Selasa (4/10/2022) kemarin menyampaikan, jumlah korban jiwa akibat tragedi Kanjuruhan bertambah enam orang sehingga total mencapai 131 orang, dengan 33 diantaranya adalah anak-anak.

Retno menyebut, bahwa menempatkan anak dalam kerumunan massa memang berpotensi membahayakan, karena mereka rentan jadi korban ketika terjadi kericuhan. “Harus ada antisipasi dalam melindungi anak-anak ketika terjadi chaos saat berada dalam kerumunan massa,” katanya.

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) bermula dari kericuhan yang terjadi setelah pertandingan Liga I antara Arema FC melawan Persebaya berakhir dengan skor 2-3. Kekalahan Arema di kandang sendiri itu membuat sejumlah suporter masuk ke dalam area lapangan. Kondisi itu semakin ricuh setelah sejumlah benda-benda dilemparkan para penonton ke arah lapangan.

Petugas keamanan sebenarnya sudah berusaha menghalau agar para suporter tidak memanas. Di tengah kondisi itu, petugas akhirnya melakukan tembakan gas air mata dan kondisi justru semakin memanas. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Jumat, 1 Maret 2024
32o
Kurs