Senin, 22 Juli 2024

Ribuan Warga Muhammadiyah Surabaya Laksanakan Salat Idulfitri di Jalan Pahlawan

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Warga Muhammdiyah saat berada di Jalan Pahlawan Surabaya untuk melaksanakan salat idulfitri 1445 Hijriyah, Rabu (10/4/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Sekitar seribuan warga persyarikatan Muhammadiyah Bubutan dan sekitarnya, melangsungkan salat Idulfitri 1445 Hijriyah di Jalan Pahlawan, Bubutan, Surabaya, pada Rabu (10/4/2024).

Dalam salat Idulfitri tahun ini, yang bertugas menjadi imam salat dan khatib yakni Ustad Hasan Ubaidillah. Ia menyampaikan tentang makna puasa sebagai modal besar dalam menjalani kehidupan yang berarti.

Ada empat poin yang ia tekankan, pertama yakni tentang pengampunan dari Allah SWT. Ia menyebut, pada dasarnya tujuan utama turunnya bulan Ramadan adalah untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.

“Bulan ramadan bukan kompetisi kita untuk menunjukkan seberapa banyak sedekah, atau seberapa banyak khatam Al-Quran, tetapi kompetisi untuk mendapatkan ampunan dari Allah,” katanya.

Jemaah putri dari warga Muhammadiyah saat melangsungkan salat idulfitri di Jalan Pahlawan Surabaya, Rabu (10/4/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Kedua, ia menyampaikan mengenai pentingnya sabar. Di balik kesabaran dalam berbagai hal, ia menyebut, Allah akan memberikan balasan yang manis kepada hambanya.

“Allah mengajarkan sabar bukan untuk mendzalimi kita, akan tetapi mengajarkan kepada kita merasakan nikmatnya hidup bersabar,” jelasnya.

Ketiga, ia mengajak jemaah untuk terus bersyukur. Dengan rasa syukur, hidup akan menjadi berkualitas.

“Sebagaimana imam Ibnu Khudammah mengatakan, syukurmu kalau diterima Allah naik di atas langit, akan diberi dua hal, pertama akan disederhanakan keinginan di dunia dan dicukupkan kebutuhan kita,” tuturnya.

Masyarakat saat berkumpul di Jalan Pahlawan Surabaya untuk melaksanakan salat Idulfitri, Rabu (10/4/2024). Foto: Risky suarasurabaya.net

Keempat, ia menyampaikan nilai kebutuhan hidup. Menurutnya, pelajaran yang bisa diambil dari Ramadan yakni, kebutuhan manusia pada urusan duniawi sangat sederhana dan cepat jika dirasakan di bulan ramadan.

Ia mencontohkan, selama puasa menahan lapar, dan pada saat berbuka hanya cukup dengan satu piring nasi untuk mencerna kenikmatan dunia.

“Dari sini kita bisa memahami bahwa kalau kita benar-benar mau menerima dengan ridho, maka takaran rizki Allah yang diberikan tidak pernah salah, karena kebutuhan hidup tidak banyak. Hanya saja, setan yang membujuk untuk terus merasa kurang,” tuturnya.

Ia mengajak, agar menjadikan hakikat berpuasa untuk menahan hawa nafsu, untuk belajar dan mengambil hikmah dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan, ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT, dan menjadi sarana memperbaiki diri,” ucapnya.

Seperti diketahui, selain dilaksanakan di area sekitar Tugu Pahlawan, salat Idulfitri warga Muhammmadiyah Surabaya juga diadakan di beberapa titik lainnya. Total ada 98 titik lokasi pelaksanaan salat idulfitri tahun ini.(ris/iss)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Senin, 22 Juli 2024
31o
Kurs