Serangan terbaru ini menandai eskalasi lanjutan dalam konflik antara Washington dan Teheran setelah gencatan senjata yang disepakati pada Juni runtuh.
Sejak awal Juli, militer Amerika telah beberapa kali melancarkan serangan terhadap target-target militer Iran dengan alasan melindungi kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Di sisi lain, Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, termasuk di Yordania.
Dilansir dari Antara, Teheran juga menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata, sementara Presiden Donald Trump pada 9 Juli menyatakan bahwa kesepakatan tersebut sudah tidak lagi berlaku.
Seiring meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat juga memperkuat kehadiran militernya di kawasan.

NOW ON AIR SSFM 100

