Menurut dia, monyet yang masuk ke kawasan perumahan itu diduga kuat bukan berasal dari habitat alami. Biasanya, kata dia, monyet yang muncul di permukiman merupakan hewan peliharaan yang lepas dari kandang atau sengaja dilepaskan pemiliknya.
“Pada umumnya kalau di perumahan itu jarang sekali ada monyet alam yang datang. Biasanya mereka di kandang, kalau di kandang itu kan ketika dipelihara itu ada yang di kandang ada yang di rantai tanpa kandang itu. Kemungkinan itu di kandang, terus kandangnya terbuka atau kandangnya sudah rusak, atau kemungkinan lepas begitu,” jelasnya.
Selain di Sidoarjo, BKSDA Surabaya juga menangani laporan serupa di beberapa daerah lain, yakni di wilayah Lamongan dan Gresik. Dalam proses evakuasi itu, BKSDA tidak bisa langsung menangkap monyet begitu menerima laporan.
Petugas, lanjutnya, perlu memantau kebiasaan satwa tersebut, termasuk waktu kemunculan, lokasi yang sering didatangi, dan pola perpindahannya sebelum akhirnya mengevakuasi.
Bahkan, untuk menangkap monyet tersebut, BKSDA sampai harus menyiapkan beberapa metode. Mulai menggunakan kandang jebak berisi makanan, atau tulup dengan obat bius. Namun, metode itu baru efektif jika monyet tidak dalam kondisi stres dan pola kemunculannya sudah terpantau.

NOW ON AIR SSFM 100

