Program tersebut, kata dia, tidak mensyaratkan indeks prestasi akademik maupun prestasi nonakademik tertentu.
“Program ini benar-benar kami berikan kepada semua mahasiswa. Kami tidak melihat nilainya bagaimana atau prestasinya bagaimana. Semua mahasiswa mendapatkan perlindungan ini,” ujarnya.
Saat ini, kampus telah mendaftarkan lebih dari 4.500 mahasiswa mahasiswa ke dalam program perlindungan tersebut.
Sementara itu, Hengky Djojosantoso President Director PT Asuransi Ciputra Indonesia atau Ciputra Life berharap langkah tersebut bisa memberi kepastian bagi mahasiswa untuk tetap melanjutkan pendidikan meski keluarga menghadapi risiko kehilangan pencari nafkah.
Kehilangan orang tua, lanjut dia, tidak seharusnya menghentikan kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan, sehingga menurutnya perlu perlindungan biaya pendidikan agar mahasiswa bisa tetap melanjutkan kuliah hingga lulus meski menghadapi musibah.
“Harapannya, kehilangan orang tua tidak berarti anak harus putus sekolah, tetapi anak bisa tetap melanjutkan sekolahnya sampai selesai,” pungkasnya.(ris/wld/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

