Menurutnya, keterampilan vokasi menjadi salah satu bekal penting bagi ABK untuk membangun kemandirian. Bahkan, sejumlah lulusan telah mampu membuka layanan tata rias secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Chef David Bryan Satria, instruktur tata boga mengatakan bahwa peserta dikenalkan dengan berbagai peralatan yang tidak seluruhnya tersedia di sekolah.
Mereka juga mempraktikkan pembuatan sejumlah produk, termasuk kreasi nastar dengan isian dan bentuk yang beragam.
“Yang kami kira dari nol atau belum bisa sama sekali, di luar prediksi kami sudah lumayan hampir mahir. Ketika membuat produk, menimbang dan membedakan jenis bahan sudah tahu. Pengenalan alat juga mereka paham,” ucapnya.
Ia berharap keterampilan kuliner yang diperoleh peserta dapat menjadi modal untuk membuka peluang ekonomi secara mandiri setelah lulus.
“Harapannya semoga setelah lulus dari sekolah bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri, bisa menjadi wirausaha di bidang kuliner,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

