Kalaupun ada lembaran rincian seragam yang dipahami sebagai tagihan wajib, Kiswanto menegaskan itu tidak sesuai arahan yang disampaikan kepada tiap kepala sekolah.
“Saya klarifikasi ya, tidak, tidak ada tagihan, tidak ada lembaran itu jadi tidak ada tagihan. Abaikan karena kalau itu tagihan kalau itu lembaran yang disampaikan berarti itu nanti ada bahasa wajib yang dipelintir,” katanya.
Untuk siswa jalur afirmasi, Kiswanto menjelaskan pemerintah sudah memberikan bantuan seragam dasar berupa satu set seragam putih abu-abu serta satu set seragam pramuka.
“Khusus afirmasi, kami berusaha untuk memberikan kepada mereka kemarin sudah dikasihkan putih abu-abu dan pramuka. Bahkan dari (program) Pemuda Tangguh (Pemkot Surabaya) pun kami berikan satu set baju (seragam) batik,” jelasnya.
“Namun apabila siswa ini nanti benar-benar tidak mampu, tentunya kami ingin sangat membantu mereka semuanya. Baik itu seragam yang lain untuk kepentingan mereka,” imbuhnya.

NOW ON AIR SSFM 100

