“Kami dan sekolah kerja sama untuk membantu itu sepenuhnya. Dan sementara yang sudah kami berikan insyaallah yang pramuka satu stel, dan juga putih abu-abu kita sudah kita berikan,” sambungnya.
Jika nantinya orang tua siswa diberi rincian paket seragam yang bersifat wajib bayar, Kiswanto meminta hal itu diabaikan. Menurutnya, pembelian seragam bisa dilakukan secara eceran sesuai kebutuhan.
“Kami sudah sampaikan pada sekolah, enggak ada rincian, enggak ada paket harus bayar ini, bayar ini, bayar ini. Yang jelas tidak ada paket harus bayar sekian dan sebagainya. Karena saya katakan tidak tidak wajib untuk membeli,” tegasnya.
Kiswanto memastikan proses verifikasi di sekolah akan dilakukan secepatnya. Ia menekankan, hal paling penting dari kebijakan bantuan seragam ini adalah memastikan bantuan benar-benar diterima siswa yang membutuhkan.
“Yang penting itu tepat sasaran, yang penting tepat sasaran. Kami ingin membantu orang-orang yang benar-benar (tidak mampu). Jadi, yang tidak masuk list keluarga tidak mampu, ternyata ada banyak yang benar-benar tidak mampu,” pungkasnya. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

