Ia mengingatkan agar persoalan keterbatasan tenda maupun layanan dasar yang pernah dialami jemaah tidak kembali terjadi pada musim haji mendatang.
“Jangan sampai masih ada jemaah yang kesulitan mendapatkan tenda di Arafah maupun Mina. Pembayaran DP yang dilakukan lebih awal harus memberikan posisi tawar yang lebih kuat sehingga Indonesia dapat memperoleh tenda, akomodasi, transportasi, dan layanan yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Selain layanan di Armuzna, Mahdalena berharap pemerintah memastikan kualitas hotel, akses transportasi, dan konsumsi yang diterima jemaah memenuhi standar yang dibutuhkan.
Menurutnya, aspek tersebut sangat penting mengingat mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan kelompok lanjut usia yang memerlukan pelayanan lebih optimal.
“Mayoritas jemaah haji Indonesia merupakan kelompok usia lanjut. Karena itu, kualitas hotel, kemudahan akses transportasi, serta makanan yang sehat dan mudah dikonsumsi harus menjadi perhatian utama. Pelayanan yang baik bukan hanya membuat jemaah nyaman, tetapi juga mengurangi risiko kelelahan, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah,” tegasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

