Selasa, 12 Mei 2026

Panas Ekstrem di Makkah, Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Sakit Meningkat

Laporan oleh Widya Safitri
Bagikan
Suasana di Al Shoqiyah, Makkah, Arab Saudi pada Selasa (12/5/2026). Foto: Widya Safitri Suara Surabaya

Kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia di Mekkah menjadi perhatian khusus petugas penyelenggara haji. Jemaah diminta mengontrol diri saat beraktivitas agar kondisi tubuh tidak menurun di tengah cuaca panas ekstrem.

Muhammad Ervan, Ketua Kwartir 5 Embarkasi Surabaya, dalam pengumuman kepada jemaah, mengingatkan agar jemaah menjaga stamina karena jumlah jemaah yang sakit terus mengalami peningkatan.

“Jemaah harus mengontrol diri saat beraktivitas, mencegah kondisi tubuh menurun karena per kemarin jumlah jemaah yang sakit secara keseluruhan itu rata-rata naik,” ujarnya.

BACA JUGA: Suhu Udara Makkah 42 Derajat Celcius, Jemaah Lansia Diimbau Salat di Hotel

Sementara itu, imbauan juga disampaikan Mustain Ahmad, Direktur Bina Haji. Dalam pengumuman kepada jemaah, ia meminta seluruh calon haji tetap fokus pada tujuan utama menunaikan ibadah haji, terutama bagi mereka yang telah menunggu keberangkatan selama bertahun-tahun.

Ia mengingatkan agar aktivitas di luar rangkaian ibadah dilakukan secukupnya dan tetap terukur demi menjaga kondisi kesehatan.

“Jemaah harus mengingat tujuan pertama adalah berhaji, apalagi untuk yang sudah menunggu lama. Sehingga fokus jemaah harus pada tujuan berhaji, sementara kegiatan lain yang dilakukan secukupnya saja dan terukur,” ujar Mustain.

Hingga hari ini, lebih dari 92 ribu jemaah haji Indonesia dari gelombang pertama dan kedua telah tiba di Mekkah.

Setibanya di Kota Suci, jemaah langsung ditempatkan di hotel masing-masing sektor untuk beristirahat dan mempersiapkan pelaksanaan umrah wajib. Namun, mereka juga harus beradaptasi dengan suhu panas yang cukup ekstrem di Mekkah.

Suhu udara di Kota Makkah diperkirakan mencapai 42 derajat celsius pada siang hari, Selasa (12/5/2026). Kondisi cuaca panas ekstrem itu membuat Kementerian Haji dan Umroh Republik Indonesia mengeluarkan peringatan dini atau Early Warning System (EWS) bagi jamaah haji Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dirilis Tim Sanitasi dan Food Security Daker Makkah Tahun 2026, suhu udara pada pagi hari berada di angka 31 derajat celsius, kemudian meningkat menjadi 42 derajat celsius pada siang hari. Sementara pada sore hari suhu mencapai 38 derajat celsius dan malam hari 34 derajat celsius.

Kondisi suhu 40 hingga 45 derajat celsius masuk kategori “Siaga 2” sehingga jamaah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

Kementerian Haji dan Umroh RI juga memberikan sejumlah rekomendasi bagi jamaah haji, terutama lansia dan jamaah dengan penyakit penyerta atau komorbid agar melaksanakan sholat di hotel.

Jamaah yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan perlindungan diri seperti sandal, masker, payung, dan perlengkapan pelindung lainnya untuk mengurangi paparan panas langsung.

Selain itu, jamaah diimbau rutin mengonsumsi air putih, termasuk bisa dicampur oralit maupun air zamzam, dengan anjuran sekitar 200 mililiter per jam tanpa menunggu rasa haus muncul.(wid/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Selasa, 12 Mei 2026
35o
Kurs