Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan desain yang disusun sesuai kebutuhan masyarakat maupun aspek teknis proyek.
“Ini semua untuk masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan Jawa Timur pada umumnya. Kami ingin agar nantinya SRRL ini benar-benar bermanfaat,” ujar Denny, Jumat.
Menurutnya, salah satu tantangan terdapat di Viaduk Gubeng, karena bangunan itu merupakan cagar budaya kategori BCB Tipe A.
“Seperti yang kita tahu ya, Viaduk Gubeng ini merupakan cagar budaya yang termasuk BCB Tipe A. Tentu tim DED dari Chodai harus menghitung betul bagaimana skenario-skenario yang mungkin bisa dilakukan. Termasuk bagaimana membangun SRRL tanpa melupakan preservasi bangunan bersejarah,” kata Denny.
Selain itu, kebutuhan teknis kereta listrik juga berbeda dengan kereta api reguler. Nantinya, jalur SRRL membutuhkan Listrik Aliran Atas (LAA) serta ruang bebas yang lebih besar.

NOW ON AIR SSFM 100

