Rabu, 4 November 2026

Pengamat Sebut Dugaan Penyadapan Presiden sebagai Skandal Terburuk Polri

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo , Gibran Rakabuming Raka Wakil Presiden RI ketika mendampingi Prabowo Subianto Presiden RI pada Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Lapangan Merdeka Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Selasa (01/07/2025). Foto: wapresri.go.id

Bambang Rukminto pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menyebut dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo Subianto Presiden RIdan sejumlah tokoh penting sebagai skandal yang sangat memprihatinkan di tubuh Polri.

Menurut Bambang, tindakan tersebut tidak hanya berpotensi melanggar ketentuan pidana, tetapi juga bertentangan dengan sumpah Tribrata dan Sapta Prasetya serta aturan etika dan disiplin kepolisian.

“Ini skandal terburuk sepanjang sejarah Polri dan sangat memprihatinkan. Untuk internal sendiri, ini jelas melanggar sumpah Tribrata dan Catur Prasetya. Kemudian juga melanggar etika dan disiplin, selain pelanggaran-pelanggaran pidana lainnya,” kata Bambang dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Bambang mengapresiasi langkah Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto Kapolri yang mengungkap dugaan penyadapan tersebut. Ia menilai kasus ini memiliki dimensi serius karena salah satu pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan adalah Presiden Republik Indonesia.

Ia mengatakan, dugaan penyadapan terhadap kepala negara tidak bisa disamakan dengan penyadapan terhadap masyarakat umum. Sebab, kepala negara memiliki perlindungan terkait kerahasiaan negara.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Surabaya
Rabu, 4 November 2026
34o
Kurs