“Jadi kertas itu adalah pembungkus obat, yang mana ketika pasien itu pulang dari rumah sakit membawa obat rawat jalan itu menggunakan obatnya dimasukkan ke dalam kertas itu,” katanya.
Menurut dr. Tyas, paper bag yang ditemukan di lokasi juga dalam kondisi kosong. Karena itu, keberadaan kantong tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa tumpukan limbah medis berasal dari RSUD Eka Candrarini.
Pada kesempatan yang sama, dr. Billy Daniel Messakh Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya menambahkan pengolahan limbah berupa benda tajam juga menerapkan prosedur khusus.
Jarum bekas tidak ditutup kembali atau recapping, melainkan langsung dimasukkan ke safety box yang tahan tusukan. Setelah terisi sekitar tiga perempat bagian, safety box ditutup dan disegel sebelum masuk TPS B3. Setiap safety box memiliki identitas dan pencatatan serah terima dari ruangan hingga tempat penyimpanan.
“Safety box itu, ada identitasnya. Nomor register ini, safety box ini datang ke laboratorium. Pagi, cleaning service bawa safety box ini taruh di laboratorium, dia tanda tangan. Nanti sore dia ambil, dia ambil lagi, lalu dia tanda tangan sudah keluar. Jadi, nanti setelah ini dia masuk ke mana, itu terdaftar, sedetail itu,” kata Billy.

NOW ON AIR SSFM 100

