Sabtu, 29 Agustus 2026

PB IPF Bangun Ekosistem Pickleball dari Desa hingga Internasional

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Muhammad Nazaruddin Ketua Umum Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) didampingi Syaqif Constantin Arsalan Ketua Pengprov IPF Jawa Timur (kanan) saat berbicara kepada awak media di Surabaya, Sabtu (29/8/2026). Foto: IPF Jatim

“Beberapa teman-teman yang sekarang punya lapangan itu padel yang dulu misalnya di situ ada lima-enam lapangan, diturunkan jadi padelnya cukup empat, terus sisanya dibuat pickleball,” ungkapnya.

Secara global, pickleball juga telah berkembang pesat, terutama di Amerika Serikat. Nazaruddin menyebut popularitas olahraga tersebut di sejumlah negara Asia seperti Singapura dan Malaysia juga cukup tinggi.

“Kalau kita nanya di Singapura, padel sama pickleball itu lebih populer pickleball. Di Malaysia juga kayak gitu,” katanya.

Di Indonesia, popularitas pickleball sebelumnya masih berada di bawah padel. Namun, PB IPF menargetkan kondisi tersebut berubah seiring dengan semakin masifnya kompetisi, pembinaan, dan pembangunan fasilitas.

Bagi Nazaruddin, pengembangan pickleball bukan semata-mata soal mencetak atlet berprestasi. Lebih jauh, olahraga tersebut diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kebugaran masyarakat karena dapat dimainkan dengan biaya yang relatif terjangkau.

“Ke depan memang pickleball harus olahraga yang benar-benar merakyat. Dan ini menurut saya Indonesia mau maju ke depan harus rakyatnya semua sehat. Kalau mau sehat ya olahraganya pickleball,” pungkasnya. (saf/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Sabtu, 29 Agustus 2026
31o
Kurs