Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi, Ini Cakupannya
Rabu, 2 September 2026 | 18:20 WIB
Riyono anggota Komisi IV DPR fraksi PKS dalam Dialektika Demokrasi di gedung DPR RI Senayan Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: istimewa
Ia menilai situasi pada 2026 berbeda karena potensi musim kering ekstrem kembali meningkat.
“Walaupun kalau data BPS 2015 sampai 2025 luasan lahan yang terbakar itu sebenarnya cenderung menurun, tetapi ini 2026 dan nanti puncaknya 2027,” jelasnya.
Riyono mengingatkan besarnya dampak ekonomi yang ditimbulkan karhutla. Ia menyinggung kerugian negara akibat kebakaran hutan dan lahan pada 2019 yang disebutnya mencapai sekitar Rp221 triliun.
Menurutnya, jika mitigasi tidak disiapkan sejak dini, kerugian pada periode berikutnya berpotensi jauh lebih besar.
“Tahun 2019 itu kerugian negara karena adanya kebakaran hampir Rp221 triliun. Mungkin 2027 bisa jadi lebih kalau mitigasinya dari awal tidak disiapkan,” tegasnya.