Kamis, 24 Juni 2021

300 Pelajar dan Guru di Kota Dole, Prancis Mempelajari Gamelan

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
KBRI di Kota Paris bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dole, Prancis dan Asosiasi Kotekan mengadakan pembelajaran dan pelatihan gamelan bagi 300 siswa sekolah dasar dan menengah serta para guru di Kota Dole, Prancis. Foto: KBRI Prancis

Meski di tengah pandemi Covid-19, antusiasme masyarakat Prancis akan seni dan budaya Indonesia tetap tinggi. Untuk itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kota Paris bekerja sama dengan Pemerintah Kota Dole, Prancis dan Asosiasi Kotekan mengadakan pembelajaran dan pelatihan gamelan bagi 300 siswa sekolah dasar dan menengah serta para guru di Kota Dole, Prancis.

Warsito Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Paris menuturkan para peserta didik yang mengikuti pembelajaran dan pelatihan gamelan sangat antusias dan sangat menikmatinya.

“Kita lihat dari wajah siswa siswi SD yang ada di Kota Dole ini sangat antusias sekali belajar gamelan. Semoga dengan dikenalkannya alat seni gamelan ini kepada warga Prancis, kebudayaan Indonesia akan lebih dikenal oleh masyarakat dunia,” ujar Warsito saat penutupan pelatihan di La Fabrique, Dole, Paris, seperti dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).

Selain berlatih gamelan, para peserta juga belajar mengenal budaya-budaya di Indonesia, geografi, dan Bahasa Indonesia yang juga diikuti oleh masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, kata Warsito, para peserta mengetahui lebih banyak tentang Indonesia. “Mereka menjadi semakin tertarik untuk datang ke Indonesia,” tutur Warsito.

Warsito menceritakan ada orang tua yang mengutarakan bahwa melalui pelatihan gamelan, mereka bisa mempelajari arti kebersamaan. Karena gamelan adalah sebuah instrumen sosial yang memiliki filosofi yang dalam untuk kehidupan.

Warsito berharap, ke depannya pembelajaran seni gamelan dapat menjadi bagian dari pembelajaran di kurikulum sekolah di Kota Dole. “Semoga seni gamelan ini masuk kurikulum di sekolah nantinya,” ujar Warsito.

Pelatihan seni gamelan akan berlangsung selama tiga minggu bertempat di ruang Laloy dan La Fabrique. Para peserta ini berasal dari sekolah Jean Jaurès de Vals di Dole dan siswa-siswa sekolah dari kota-kota sekitarnya, seperti Ucel, Aisac, Asperjoc, Entraingues, dan Labegude.

Acara pelatihan ditutup dengan konser oleh para peserta dan profesional dari Asosiasi Kotekan. Pada kesempatan ini hadir Fernando Alwi Wakil Ketua (Wakeppri) sertaJean Philippe Levebre Wakil Wali Kota Dole. Sebelumnya, pada 3 Juni 2021, Atdikbud KBRI Paris melakukan pendampingan pelatihan gamelan kepada para pelajar yang berlokasi di La Fabrique.

Fernando Alwi juga mengapresiasi para peserta pelatihan dan Asosiasi Kotekan karena mampu merealisasikan sebuah konser gamelan yang sangat bagus, mengingat peserta mendapatkan pelatihan dalam waktu yang cukup singkat.

“Kegiatan juga menjadi bagian penting dari hubungan bilateral Indonesia-Prancis,” ujar Fernando Alwi.

Dole merupakan kota historik di arah barat daya dan berjarak sekitar 375 km dari Paris. Dole juga merupakan kota kelahiran ilmuwan terkenal Prancis, ahli vaksin rabies, yakni Louis Pasteur.(faz/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Kamis, 24 Juni 2021
29o
Kurs