Saat akhir pekan atau waktu berkumpul dengan keluarga, sering kali seseorang memasak dalam jumlah yang banyak dan berakhir dengan sisa makanan yang berlebihan.
Jesus Garcia dan Vanessa Imus Spesialis urusan masyarakat di Layanan Keamanan dan Inspeksi Pangan USDA, di Washington, DC Amerika Serikat, dari Nutrisi Terpadu untuk Menurunkan Berat Badan (inutritioncenter.com) di Bothell, Washington, membagikan beberapa pedoman untuk cara menyimpan panganan sisa yang aman, seperti ditulis di laman New York Post, Minggu (12/11/2023) waktu setempat.
Melansir Antara, iika Anda membuat makanan dengan daging atau makanan laut, pastikan untuk mendinginkan sisa makanan tepat waktu untuk mengawetkan makanan agar bisa aman selama beberapa hari.
“Peraturan umum kami adalah semua makanan yang dimasak aman disimpan di lemari es pada suhu 40 Fahrenheit (4 derajat Celsius) hingga empat hari,” kata Jesus Garcia.
Daging dan unggas baik mentah atau matang termasuk makanan yang mudah rusak, maka itu harus disimpan kembali di lemari es dalam waktu dua jam setelah dikeluarkan atau setelah dimasak.
Garcia mengatakan setelah dua jam berada di ‘zona berbahaya’ yaitu suhu ruang antara 4 derajat celsius dan 60 derajat celsius, menyebabkan bakteri dapat berkembang biak hingga tingkat yang berbahaya dan menyebabkan makanan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi.
Cara lain yang dapat dilakukan untuk menyimpan sisa makanan dengan aman adalah membagi makanan besar seperti kalkun atau daging sapi panggang menjadi porsi yang lebih kecil dan menyimpannya dalam wadah yang dangkal agar makanan dapat lebih cepat dingin, kata Garcia.
Strategi cerdas lainnya yaitu dengan menutup sisa makanan, membungkusnya dalam kemasan kedap udara atau menyegelnya dalam wadah penyimpanan.
“Praktik-praktik ini membantu mencegah masuknya bakteri, mempertahankan kelembapan, dan mencegah sisa makanan menimbulkan bau dari makanan lain di lemari es. Segera dinginkan atau bekukan sisa makanan yang dibungkus agar cepat dingin,” kata Garcia.
Hal yang sama juga dikatakan Imus, bahwa sisa makanan harus selalu disimpan ke dalam wadah penyimpanan dengan penutup yang pas atau ditutup secukupnya dalam kemasan kedap udara untuk mencegah masuknya bakteri.
Dia juga mengatakan sangat penting untuk segera mendinginkan makanan dengan cepat.
“Artinya, jika Anda memiliki kuah sup yang besar atau potongan daging yang besar, Anda harus memecahnya menjadi porsi yang lebih kecil sebelum memasukkannya ke dalam lemari es,” kata Imus.
Meskipun sudah disimpan dengan cara yang terbilang aman tersebut, Imus mengatakan Anda tidak boleh bergantung sepenuhnya pada pengelihatan atau penciuman untuk menentukan apakah sisa makanan dapat dimakan dan aman.
“Meskipun saya pernah melihat teman-teman melakukan ‘tes mengendus’, itu bukanlah cara yang akurat untuk mengukur keamanan sisa makanan Anda. Makanan Anda mungkin terlihat baik-baik saja, tapi bukan berarti baik-baik saja,” katanya.
Seperti yang diucapkan Garcia, untuk tetap berpegang pada aturan empat hari.
“Jika Anda tidak memberi label pada makanan Anda dan tidak ingat kapan pertama kali menyiapkannya, maka inilah saatnya membuangnya. Anda lebih memilih aman daripada menyesal karena risiko keracunan makanan meningkat setelah empat hari disimpan di lemari es,” kata Imus.
Sementara itu jika anda ingin menghangatkan kembali pastikan selalu memanaskan kembali sisa makanan hingga 165 derajat Fahrenheit atau 73 celsius, kata Imus.
“Pastikan untuk mengaduk dan membalik makanan saat Anda memanaskannya kembali,” tambahnya.
Garcia juga mengingatkan bahwa memanaskan kembali dalam oven atau microwave akan memakan waktu lebih lama untuk makanan padat seperti kalkun atau daging sapi panggang dibandingkan makanan yang kurang padat seperti roti dan sayuran kecil.(ant/and/ipg)