Catherine Olsen dan Ken Karipidis selaku penulis tinjauan studi, menilai temuan tersebut mendukung dugaan bahwa paparan radiasi yang berkaitan dengan pekerjaan dapat berperan terhadap meningkatnya risiko kanker.
“Paparan radiasi akibat pekerjaan, bukan gaya hidup atau faktor sosial ekonomi, menjadi penyebab meningkatnya risiko tersebut,” demikian kesimpulan yang dikutip dalam laporan penelitian.
Secara relatif, pramugari tercatat memiliki kemungkinan sekitar 50 persen lebih tinggi meninggal akibat kanker terkait radiasi dibandingkan populasi pekerja secara umum. Pada pilot, risikonya sekitar 36 persen lebih tinggi.
Vishal Patel asal Harvard Medical School selaku penulis utama studi, menjelaskan perbedaan tersebut jika dilihat dari risiko absolut.
Sekitar 6,9 persen kematian pada pramugari disebabkan oleh kanker yang termasuk dalam kelompok penyakit terkait radiasi tersebut. Artinya, sekitar satu dari setiap 14 kematian pada kelompok itu berkaitan dengan kanker yang diteliti.

NOW ON AIR SSFM 100

