Pada pilot, proporsinya mencapai sekitar 6,7 persen. Sementara pada populasi pekerja secara umum, angkanya berada di sekitar 5 persen.
Namun, para peneliti menekankan bahwa hasil studi tersebut memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah tidak tersedianya data mengenai dosis radiasi yang diterima masing-masing pilot dan pramugari selama menjalankan pekerjaan.
Dilansir dari Antara, penelitian juga belum memperhitungkan seluruh faktor kesehatan yang dapat memengaruhi risiko kanker pada awak pesawat. Gangguan ritme sirkadian akibat jet lag dan pola kerja yang tidak teratur, misalnya, dapat menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan.
Selain itu, peneliti mengingatkan adanya kemungkinan kesalahan dalam pencatatan pekerjaan pada sejumlah sertifikat kematian yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
Paparan yang menjadi perhatian dalam penelitian ini terutama berasal dari radiasi kosmik. Radiasi tersebut berasal dari luar angkasa dan sebagian besar tertahan oleh atmosfer Bumi.

NOW ON AIR SSFM 100

