Tingkat peradangan yang tinggi diketahui berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur seperti insomnia.
Selain itu, serat juga berperan dalam mendukung produksi serotonin, neurotransmiter yang menjadi bahan baku pembentukan melatonin, hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Karena sekitar 90 persen serotonin diproduksi di saluran pencernaan, menjaga kesehatan usus melalui konsumsi makanan kaya serat dinilai penting untuk mendukung kualitas tidur.
Kubala juga menjelaskan bahwa serat membantu memperlambat proses pencernaan sehingga penyerapan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih stabil.
Kondisi tersebut membantu mengurangi lonjakan maupun penurunan kadar gula darah secara drastis yang dapat memicu seseorang lebih sering terbangun pada malam hari.










