Selasa, 28 September 2021

Kebijakan Stimulus Ekonomi Harus Lebih Berorientasi kepada Ritel UMKM

Laporan oleh Chusnul Mubasyirin
Bagikan
Rachmi Hertanti Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice. Foto: Antara

Kebijakan stimulus perekonomian di tengah pandemi harus lebih berorientasi untuk membantu ritel di tingkat UMKM dan bukannya berfokus ke pelaku ritel besar. Karena sekarang dengan bantuan digitalisasi, usaha kecil dan menengah bisa lebih berjaya.

“Solusi yang dibutuhkan hari ini, sebenarnya masyarakat tidak butuh ritel besar, tetapi ritel yang cukup sustain (berkelanjutan),” kata Rachmi Hertanti Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice, yang dilaporkan Antara, Sabtu (29/5/2021).

Rachmi mengingatkan, sejumlah kajian menunjukkan sebelum maraknya era digitalisasi, pelaku usaha kecil dan menengah tidak mudah untuk masuk menjadi pemasok sejumlah supermarket yang termasuk usaha besar.

Namun, dengan semakin menjamurnya e-commerce, pelaku usaha kecil saat ini bisa melakukan transaksi langsung ke konsumen yang juga membuat efeknya semakin positif bagi kelancaran ekonomi.

Untuk itu, ia tidak sepakat solusi terkait dampak pandemi kepada bidang ritel perekonomian domestik, meningkatkan pemberian bantuan langsung tunai guna meningkatkan daya beli, tetapi lebih kepada kebijakan yang memberdayakan pelaku UMKM di tengah pandemi.

Sebelumnya, Oke Nurwan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan, stimulus ekonomi berupa pembiayaan berbunga kompetitif bagi pelaku usaha sudah digelontorkan, meskipun hal itu nyatanya tak dapat membendung tutupnya sejumlah ritel modern.

“Dengan stimulus pembiayaan berbunga kompetitif bagi pelaku usaha di berbagai bidang, artinya sudah mencakup semua aspek,” kata Oke yang dilansir Antara, kemarin.

Menurut Oke Nurwan, stimulus itu merupakan salah satu upaya terbaik pemerintah untuk membantu dunia usaha agar tetap bertahan dari dampak pandemi COVID-19.

Kendati demikian, kata Oke, penutupan beberapa gerai ritel merupakan keputusan internal. “Rupanya bagi beberapa perusahaan belum bisa membantu sehingga harus menutup sebagian gerainya karena pandemi yang berdampak multidimensi,” ujarnya.

Sebelumnya, Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian memastikan, pemberian anggaran bagi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) juga mencakup stimulus bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk bertahan dari dampak pandemi Covid-19.

Airlangga dalam Dialog Spesial indonesia Bicara: Digitalisasi dan UMKM di Jakarta, Senin (24/5), memastikan pemberian stimulus PEN bagi UMKM dalam APBN 2021 mencapai Rp191,3 triliun, dengan realisasi hingga akhir April sudah mencapai Rp37,7 triliun.

Menko Perekonomian memastikan, pemberian stimulus PEN itu penting karena UMKM merupakan soko guru perekonomian nasional, dengan jumlah saat ini mencapai mencapai 64 juta, atau sekitar 99 persen dari struktur usaha di Indonesia. (ant/cus/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
32o
Kurs