Selasa, 5 Juli 2022

Cegah Virus Hendra Sedari Dini Agar Tak Jadi Pandemi

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Ilustrasi Kuda, hewan penyebab virus Hendra. Foto: Pixabay

Setelah surutnya kasus positif Covid-19, keberadaan penyakit akibat virus Hendra ditakutkan menjadi penyebab dimulainya babak baru pandemi. Faktanya, walaupun jarang ditemukan pada manusia, angka kematian atau case fatality rate (CFR) yang terjadi justru tergolong tinggi yakni pada kisaran 50 persen.

Dengan fakta tersebut, Laura Navika Yamani Epidemiolog Universitas Airlangga (Unair), memberikan saran dalam mencegah penularan virus Hendra yang diketahui berasal dari seekor kuda.

“Kotoran atau urine kelelawar yang jatuh pada rumput makanan kuda dapat menyebabkan kuda terinfeksi virus Hendra. Manusia dapat terinfeksi virus ini bila terpapar cairan atau droplet dari kuda yang terinfeksi virus Hendra,” kata Laura dalam keterangan tertulis yang diterima suarasurabaya.net, Minggu (29/5/2022).

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair juga menjelaskan, penularan virus dari kuda ke manusia lebih mudah ketimbang kelelawar ke manusia. Hal ini disebabkan, kuda dan manusia sama-sama tergolong sebagai makhluk mamalia. Sementara itu, lanjut dia, karena telah diketahui penyebabnya maka upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh.

“Khususnya kepada orang-orang yang memiliki kontak langsung kepada hewan ternak seperti kuda, harus menjaga higienitas dan sanitasi lingkungan hewan ternak. Mencuci tangan sebelum makan dan tidak menyentuh T-Zone di wajah juga menjadi upaya preventif yang diharapkan dapat dibiasakan,” imbuhnya.

Terkait vaksin dari virus Hendra memang sudah ditemukan, Laura menegaskan bahwa saat ini hanya terbatas pada hewan. Untuk itu, optimalisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan vaksinasi pada hewan untuk menghindari penyebaran virus Hendra.

Sebagai informasi, virus yang berasal dari kelelawar Pteropus ini pertama kali diisolasi pada wabah tahun 1994 di Brisbane, Australia. Kendati belum ditemukan kasus di Indonesia, Laura menyarankan masyarakat untuk tetap waspada dan mulai meningkatkan kebersihan diri.

“Saat itu ditemukan kematian kuda dan manusia akibat virus ini. Setelah diselidiki lebih lanjut, virus Hendra bersifat zoonosis yang artinya bisa berpindah dari hewan ke hewan, maupun hewan ke manusia,” pungkasnya.(ant/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
30o
Kurs