CENTCOM juga mengklaim kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran di Irak melakukan lebih dari 600 upaya serangan terhadap warga negara dan fasilitas AS sepanjang Februari hingga April.
“IRGC dan kelompok-kelompok proksinya yang berstatus teroris harus menghentikan serangan-serangan ini untuk menghindari respons militer AS lebih lanjut,” tambahnya.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyatakan serangan bersama itu dilakukan setelah fasilitas minyak kerajaan mendapat serangan dari wilayah Irak. Pemerintah Saudi mengacu pada Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mengatur hak suatu negara untuk membela diri.
Arab Saudi dan AS menyebut operasi tersebut sebagai “serangan yang tepat dan terarah” terhadap target yang berkaitan dengan serangan ke infrastruktur energi Saudi.
“Kerajaan menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan eskalasi, tetapi akan merespons setiap agresi yang dihadapinya,” tambah kementerian tersebut.
Sementara itu, Otoritas Irak masih memantau perkembangan situasi serta menilai dampak serangan tersebut. (ant/ham/rid)
NOW ON AIR SSFM 100

