Kamis, 20 Agustus 2026

Biodiesel B50 Diterapkan 1 Juli, Pakar ITS Ingatkan Risiko Penurunan Kinerja Mesin

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Bambang Sudarmanta Guru Besar Teknik Mesin ITS menanggapi rencana implementasi biodiesel B50. Foto: ITS

“Maka, penggunaan cold flow improver, sistem pemanas bahan bakar, dan penyesuaian desain distribusi menjadi langkah krusial untuk mengatasi kendala operasional tersebut,” ucapnya.

Bambang mengatakan, implementasi biodiesel B50 masih menghadapi sejumlah tantangan teknis, terutama karena sifat kimianya yang rentan terhadap oksidasi serta risiko kontaminasi gliserin dan logam yang dapat menimbulkan endapan pada komponen mesin, serta karakter pembakaran yang dapat memengaruhi distribusi panas dan kinerja mesin, bahkan berpotensi meningkatkan emisi jika tidak dikelola dengan baik.

Menghadapi tantangan tersebut, ia menegaskan pentingnya strategi mitigasi pengendalian kualitas bahan bakar, penggunaan aditif, penyesuaian sistem injeksi dan ruang bakar, serta pemantauan berbasis sensor dan teknologi digital twin untuk mendukung perawatan prediktif yang lebih efisien.

Ia menegaskan, penerapan B50 harus diimbangi mitigasi agar berjalan sesuai tujuan untuk mendukung kemandirian energi nasional yang sejalan dengan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs), terutama mengenai terwujudnya Energi Bersih dan Terjangkau (poin ke-7), terciptanya Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (poin ke-11), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (poin ke-12). (ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
32o
Kurs