Masni Eriza Kepala Pusat Strategi Kebijakan Multilateral, Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah untuk mendengar menjaring perspektif dunia usaha tentang proses aksesi OECD dan keterlibatan Indonesia dalam BRICS.
“Kehadiran kami di Surabaya adalah untuk berdialog dan mendengar secara langsung aspirasi serta perspektif kalangan pelaku usaha dan dunia kerja, terutama dalam hal-hal yang bersinggungan dengan OECD dan G20,” kata Eriza dalam keterangannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut Masni, masukan dunia usaha penting karena kebijakan ekonomi internasional akan beririsan langsung dengan investasi, perdagangan dan industri.
Sektor yang terlibat dalam forum tersebut juga menunjukkan luasnya kepentingan Jawa Timur terhadap perubahan tersebut, mulai eksportir kelapa, pengolahan hasil laut, peternakan, perkayuan, retail, makanan dan minuman hingga logistik dan pelayaran.
“Semakin beragam pilihan yang kita miliki, semakin besar pula ruang gerak kita untuk menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

