Selasa, 13 Oktober 2026

Jatim Berpeluang Perkuat Pasar dan Investasi Melalui BRICS-OECD

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Kegiatan Jaring Masukan Teknis Bersama Para Pelaku Usaha dan Industri bertema “Memahami Kepentingan Strategis Indonesia di OECD dan BRICS” yang digelar Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Graha Kadin Jawa Timur, Surabaya, Kamis (27/8/2026). Foto: Kadin Jatim.

Sementara itu Rina Zoet Ketua Komite Tetap BIAC-OECD KADIN Indonesia, menilai Jawa Timur memiliki posisi penting dalam melihat dampak reformasi yang didorong OECD.

Hal itu dapat ditinjau dari pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2026 sebesar 5,33 persen, dengan kisaran proyeksi 4,9-5,7 persen, ditopang industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan ekspor.

“Keberhasilan reformasi OECD akan sangat ditentukan oleh dampaknya terhadap pabrik, eksportir, pemasok, pekerja, dan UMKM Jawa Timur,” kata Rina.

Di sisi lain, keanggotaan Indonesia di BRICS sejak Januari 2025 memperluas ruang kerja sama dengan negara berkembang dan emerging economies, terutama dalam perdagangan, keuangan, mata uang lokal, industri, energi dan sumber daya strategis.

Perubahan peta perdagangan global harus dimanfaatkan untuk melakukan diversifikasi pasar, menarik investasi dan memperkuat produksi dalam negeri. Sebeb Indonesia memiliki posisi strategis di sektor energi, mineral kritis, pangan, pupuk dan manufaktur.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
30o
Kurs