Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti kemungkinan sejumlah ulama senior tidak masuk dalam jajaran AHWA. Menurutnya, tokoh-tokoh ulama senior tetap perlu dipertimbangkan karena memiliki kapasitas dan peran penting dalam menjaga marwah serta arah organisasi.
Ia menyebut sejumlah nama yang menurutnya layak dipertimbangkan, di antaranya KH Ma’ruf Amin dan KH Mustofa Bisri.
“Menjadi penting bagi kita untuk memastikan suara yang muncul benar-benar berdasarkan pilihan dan nurani para muktamirin,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta peserta Muktamar, khususnya pemilik hak suara serta jajaran Rais Syuriyah PWNU dan PCNU, ikut mengawal seluruh proses pemilihan agar berlangsung jujur, bebas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Muktamar merupakan hal yang wajar. Namun, seluruh tahapan pemilihan tetap harus dilakukan dalam suasana persaudaraan dan tidak boleh memicu perpecahan di internal NU.
Seperti diketahui, Muktamar ke-35 NU yang menjadi forum pembahasan organisasi dan pemilihan pucuk pimpinan untuk lima tahun ke depan itu, digalar pada 27-31 Agustus 2026. (ris/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

