Hasil pemeriksaan memastikan fragmen tersebut merupakan tulang manusia. Pemeriksaan DNA dengan sampel pembanding dari ibu korban juga menunjukkan kecocokan identitas.
“Hasilnya sudah jadi tanggal 30 bahwa betul tulang dengan pembanding dari ibu yang kita ambil adalah darah, itu adalah identik. Jadi bisa dipastikan bahwa fragmen tulang itu adalah fragmen tulang punya almarhum korban,” ujar Wahono.
Dari 15 fragmen tulang tersebut, tim forensik menemukan salah satu bagian yang secara anatomi merupakan tulang panggul. Sementara fragmen lainnya sudah dalam kondisi kecil sehingga sulit diidentifikasi secara spesifik.
Wahono juga menjelaskan bahwa fragmen tulang yang diperiksa berasal dari dua orang berbeda.
“Ini fragmen tulang ini adalah dua orang ya. Ini adalah fragmen dari dua orang manusia dari sumber manusia yang berbeda. Jadi dua orang,” katanya.
NOW ON AIR SSFM 100

