Fenomena love scam atau penipuan berkedok hubungan romantis semakin menjadi perhatian di Indonesia.
Berdasarkan data OJK melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), sepanjang 2025 tercatat 3.494 laporan terkait modus ini dengan total kerugian mencapai Rp49,198 miliar.
Dalam praktiknya, pelaku dapat menggunakan identitas palsu, foto menarik, hingga komunikasi intens untuk membuat korban merasa memiliki hubungan khusus. Setelah kepercayaan terbentuk, percakapan mulai diarahkan pada tujuan utama, mulai dari investasi hingga permintaan uang dengan berbagai alasan.
Pengalaman hampir menjadi korban love scam dialami Antoni, seorang pendengar Radio Suara Surabaya. Ia mengaku dua kali dihubungi perempuan yang berkenalan dengannya melalui Instagram.
Kasus pertama bermula dari pesan langsung atau direct message (DM). Perempuan tersebut mengaku berasal dari Korea Selatan dan menggunakan bahasa Inggris saat berkomunikasi.

NOW ON AIR SSFM 100

