Menurutnya, pola ini membuat korban mudah terlena karena pelaku tidak langsung menunjukkan maksud sebenarnya. Tujuan baru terlihat setelah komunikasi berlangsung beberapa hari. Antoni akhirnya memilih menghentikan komunikasi dan memblokir akun tersebut.
“Kalau dia sudah mulai mengajak bisnis atau investasi tertentu, cryptocurrency atau apa, kalau memang kita enggak paham, mending enggak usah. Stop,” ujarnya.

Merespons hal tersebut, Kompol Sodik Efendi Kanit V Subdit I Ditressiber Polda Jawa Timur menjelaskan love scam merupakan salah satu bentuk penipuan online yang mengandalkan manipulasi psikologis.
Menurut Sodik, pelaku biasanya menyesuaikan identitas palsu dengan karakter calon korban. Jika targetnya laki-laki, misalnya, pelaku dapat menggunakan profil perempuan yang dianggap menarik. Sebaliknya, target perempuan dapat didekati menggunakan profil laki-laki yang dinilai tampan dan meyakinkan.

NOW ON AIR SSFM 100

