“Dia tahu profil kita, jadi dia tahu kita suka apa, hobi apa. Makanya omongannya nyambung,” ujar Antoni saat on air di Radio Suara Surabaya, Rabu (12/8/2026).
Komunikasi kemudian semakin intens. Pelaku memberikan berbagai pujian dan mengajak Antoni berpindah dari Instagram ke WhatsApp. Setelah hubungan komunikasi terbangun, pelaku mulai membicarakan bisnis dan mengajak Antoni belajar cryptocurrency.
Kata Antoni, pada hari ketiga itu arah komunikasi mulai berubah. Ajakan mengenal aset kripto menjadi indikasi bahwa pendekatan romantis tersebut memiliki tujuan lain.
Antoni kemudian kembali mengalami pola serupa untuk kedua kalinya. Kali ini, pelaku mengaku sebagai perempuan dari Indonesia.
Polanya hampir sama. Percakapan dimulai melalui DM Instagram, berlanjut ke WhatsApp, kemudian diselingi pujian, foto masa kecil, voice note, hingga foto aktivitas sehari-hari seperti makan siang. “Kalau kita tidak aware, tidak tahu kalau mereka ini penipu,” kata Antoni.

NOW ON AIR SSFM 100

