Senin, 28 September 2026

Love Scam Makin Marak, Waspada Jebakan Cinta yang Berujung Kehilangan Uang

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Love scamming bertujuan memanipulasi perasaan korban agar mau memberikan uang, barang berharga, atau data pribadi. Foto: iStock

Pada titik itu, korban yang sudah percaya kepada pelaku pertama cenderung menganggap permintaan tersebut benar. Korban kemudian diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang.

Menurut Sodik, pelaku bahkan dapat membentuk jaringan dengan membagi peran. Ada pihak yang bertugas mendekati korban, sementara pelaku lain berperan sebagai petugas logistik atau administrator untuk meyakinkan korban agar melakukan pembayaran.

Perkembangan teknologi juga membuat jaringan love scam semakin kompleks. Sodik mengatakan polisi menemukan penggunaan berbagai sarana digital untuk mencari dan menganalisis calon korban.

Pelaku disebut memanfaatkan layanan seperti WhatsApp Sniper untuk mendapatkan target, kemudian menganalisis profil calon korban. Salah satu informasi yang dicari adalah kemampuan finansial target.

“Setelah mendapatkan target, mereka analisis. Orang yang menjadi target ini punya duit atau tidak?” ujar Sodik.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
30o
Kurs