“Penipuan online itu karakternya beda-beda. Yang seperti tadi disampaikan pendengar, itu adalah penipuan yang menggunakan modus love scam,” kata Sodik dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya.
Ia menyebut orang yang sedang mengalami persoalan emosional atau merasa kesepian dapat menjadi salah satu sasaran pelaku.
Setelah kedekatan terbangun, pelaku mulai melakukan manipulasi psikologis untuk membuat korban semakin percaya. Tahap berikutnya dapat berupa ajakan investasi, pemberian hadiah, atau skenario pengiriman barang.
Dalam salah satu modus yang ditangani polisi, pelaku awalnya menjanjikan hadiah kepada korban. Barang tersebut kemudian diklaim telah dikirim dari luar negeri dan tiba di bandara.
Korban lalu dihubungi pihak lain yang mengaku sebagai petugas logistik. Korban diberi tahu bahwa barang tersebut masih tertahan karena belum membayar biaya masuk atau biaya administrasi.

NOW ON AIR SSFM 100

