Adapun poin utama laporan menyasar empat hakim yang memutus perkara Nadiem. Ari menegaskan bahwa putusan bersalah maupun adanya perbedaan pandangan di antara hakim merupakan kewenangan majelis dan bukan menjadi persoalan. Yang dipermasalahkan, kata dia, adalah dugaan manipulasi terhadap fakta-fakta persidangan.
“Jadi yang kami laporkan tentang banyak sekali manipulasi fakta-fakta persidangan yang dilakukan oleh empat majelis hakim tersebut. Kami sampaikan secara detail tentang manipulasi itu ke Komisi Yudisial, sehingga bisa mengecek apakah benar laporan kami atau tidak,” ujarnya.
Dody Abdul Kadir, kuasa hukum Nadiem lainnya, menyampaikan bahwa laporan ini dibuat dengan harapan adanya perbaikan dan penyempurnaan proses peradilan ke depan.
“Karena proses peradilan ini bukan hanya saja untuk mencari keadilan, tetapi harus bisa menemukan keadilan,” ujar Dody Abdul Kadir, kuasa hukum Nadiem.
Sementara itu, Franka Makarim, istri Nadiem, menegaskan kehadirannya di Komisi Yudisial bukan semata sebagai istri, melainkan juga sebagai warga negara yang tengah menghadapi persoalan hukum. Ia menyampaikan bahwa suaminya telah ditahan sejak 4 September 2025 dan menjalani seluruh proses hukum dengan harapan keadilan dapat ditegakkan.

NOW ON AIR SSFM 100

