Ia memahami reaksi tersebut karena orang tua tentu mengkhawatirkan kondisi anak-anak mereka. Namun, pihak pesantren juga memiliki tanggung jawab untuk menentukan pilihan terbaik bagi para santri selama berada di lingkungan pondok.
“Namanya juga orang tua, dan itu sah-sah saja. Tapi di pondok punya kebijakan ketika kita sampaikan beliau juga bisa menerima apa adanya. Ketika di rumah anak beliau-beliau. Tapi kalau di pondok kan anak kami semua toh? Kami bertanggung jawab untuk memilihkan yang terbaik bagaimana layaknya,” ujarnya.
Gus Wahid juga mengungkapkan hingga saat ini komunikasi dengan pemilik SPPG Kalitengah yang menyediakan makanan MBG belum terjalin.
Kepala dapur SPPG Kalitengah bersama beberapa pihak, disebut telah datang ke pesantren pada Sabtu (5/9/2026) pagi.
“Kepala dapur SPPG Kalitengah dan beberapa pihak sudah datang ke pondok pada Sabtu pagi. Tapi owner-nya belum menampakkan diri. Belum pernah datang,” kata Gus Wahid.








