Minggu, 25 Oktober 2026

Usai Kasus MBG, Ponpes Manbaul Hikam Usulkan Pengelolaan Makanan Langsung oleh Yayasan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Subandi Bupati Sidoarjo meninjau puluhan santri Ponpes Manbaul Hikam yang baru merasakan keluhan gejala dugaan keracunan MBG, Rabu (2/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Gus Wahid menyebut sistem tersebut dapat dipelajari dari praktik di Malaysia dan Singapura, dengan makanan dikelola oleh lembaga pendidikan kemudian didistribusikan langsung kepada santri atau siswa.

“Kami usulkan. Tolong kita nyoba belajar dari negara jiran seperti Malaysia dan Singapura, untuk dikelolakan kepada lembaga pendidikan yang menerima manfaat itu untuk selanjutnya langsung didistribusikan kepada santri dan anak-anak atau murid-muridnya,” ujarnya.

Menurut Gus Wahid, sistem tersebut juga dinilai lebih fleksibel karena jumlah makanan dapat disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat yang benar-benar aktif di sekolah.

Ia mencontohkan, jika jumlah makanan dibatasi hingga 3.000 porsi, terdapat risiko makanan tidak segera dikonsumsi dan menjadi kedaluwarsa.

Sebaliknya, apabila jumlah penerima tidak dibatasi secara kaku, pesantren dapat mengatur kebutuhan berdasarkan jumlah santri yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Minggu, 25 Oktober 2026
27o
Kurs