Rabu, 9 September 2026

Usai Kasus MBG, Ponpes Manbaul Hikam Usulkan Pengelolaan Makanan Langsung oleh Yayasan

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Subandi Bupati Sidoarjo meninjau puluhan santri Ponpes Manbaul Hikam yang baru merasakan keluhan gejala dugaan keracunan MBG, Rabu (2/9/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Bahkan, menurut Gus Wahid, sejumlah pesantren telah berdiri selama ratusan tahun dan selama itu pengelolaan makanan santri dilakukan secara internal.

“Pondok-pondok pesantren itu ada yang usianya sudah dua abad. Nah, itu selama ini masakno santrinya juga enggak pernah ada masalah, enggak pernah ada keraguan karena langsung tidak melibatkan pihak luar,” ujarnya.

Gus Wahid menegaskan ,pihaknya tidak menolak program MBG yang merupakan program pemerintah. Namun, pengalaman kasus yang terjadi menjadi alasan bagi pesantren untuk meminta perbaikan sistem tata kelola.

“Kami tidak pernah menolak program pemerintah itu, enggak pernah menolak. Dengan catatan ke depan ini ada perbaikan sistem tata kelola,” tegasnya.

Sementara itu, Gus Wahid mengatakan sejumlah pengasuh pesantren lain turut memberikan dukungan kepada Manbaul Hikam setelah kejadian tersebut. Beberapa di antaranya bahkan datang secara langsung untuk menyampaikan simpati dan meminta doa agar kegiatan belajar mengajar di pesantren masing-masing tetap berjalan lancar.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs