“Ketika kami tanyakan kepada kepala SPBG tidak bisa dihubungi kecuali oleh lapis yang di atas. Itu pun sejak dua malam yang lalu tidak bisa dihubungi. Nah, ini saya yang tanya-tanya,” imbuhnya.
Menurut informasi yang diterima pihak pesantren, pemilik SPPG tersebut disebut berasal dari Pandaan. Gus Wahid menilai komunikasi langsung dengan pemilik seharusnya dapat dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab setelah kejadian tersebut.
Di tengah evaluasi tersebut, Manbaul Hikam juga menyampaikan usulan perubahan tata kelola MBG kepada sejumlah pejabat pemerintah yang datang ke pesantren.
Gus Wahid mengatakan Wakil Menteri Agama, Kepala Staf Presiden, staf Wakil Presiden, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta perwakilan Badan Gizi Nasional telah datang dan berdiskusi dengan pihak pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, pesantren mengusulkan agar pengelolaan makanan MBG untuk santri dapat dilakukan langsung oleh lembaga pendidikan yang menerima manfaat.








