Selasa, 28 September 2021

Kontingen Indonesia Karantina Lima Hari Sebelum Berangkat ke Olimpiade Tokyo

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Joko Widodo (kiri) Presiden memberikan salam kepada atlet disaksikan Menpora Zainuddin Amali (kedua kiri), Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari (kedua kanan) dalam pelepasan kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo tahun 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/7/2021). Foto: Biro Pers Setpres

Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo akan menjalani karantina lima hari menjelang keberangkatan mereka ke Jepang sebagai upaya mencegah risiko penularan Covid-19.

Raja Sapta Oktohari Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (11/7/2021), mengatakan, karantina tim dari enam cabang olahraga semuanya akan difokuskan di Jakarta.

“Renang, angkat besi, panahan, rowing dan surfing akan kami karantina di Hotel Fairmont mulai Selasa (13/07/2021). Sedangkan atletik baru masuk pada 20 Juli karena mereka dijadwalkan berangkat pada 24 Juli,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta.

Meski dalam masa karantina, KOI dan Chef de Mission (CdM) Olimpiade tetap berupaya mengakomodir kebutuhan atlet untuk berlatih.

Okto menjelaskan latihan akan menerapkan sistem gelembung. Setiap atlet akan diantar ke pusat pelatihan masing-masing cabang olahraga dengan pengawasan dari tim KOI yang juga tengah menjalani dikarantina.

“Kami memproteksi semua yang terlibat sehingga kami juga menyertakan tim pendukung untuk melakukan pengawasan super ketat selama beraktivitas pada masa karantina, termasuk saat latihan,” ujarnya seperti yang dilansir Antara.

Sementara itu, Rosan P Roeslani Ketua CdM memastikan semua yang masuk karantina akan menjalani dua kali tes swab PCR terlebih dahulu sebagai syarat memasuki gelembung.

“Selama masa karantina, atlet juga wajib membatasi interaksi dengan atlet-atlet lainnya, baik di hotel maupun saat di arena latihan. Semua juga wajib taat dan mengetatkan protokol kesehatan. Ini langkah preventif dari CdM dan KOI sebagai upaya meminimalkan risiko-risiko jika terjadi sesuatu,” kata Rosan.

Selain itu, kontingen Indonesia juga akan meningkatkan standar uji tes Covid-19 sebelum berangkat ke Tokyo, mengingat Indonesia masuk dalam kategori Grup I atau negara dengan risiko tinggi Covid-19 oleh pemerintah Jepang. Oleh karena itu, panitia penyelenggara (TOCOG) menerapkan aturan tes tujuh hari berturut-turut, yakni 96 jam dan 72 jam sebelum keberangkatan.

“Syarat wajib TOCOG untuk tes swab PCR itu pada hari ke-4 dan ke-3, sisanya bisa antigen. Namun kami merasa harus meningkatkan proteksi untuk atlet-atlet kami sehingga kami memutuskan melakukan tes PCR selama tujuh hari berturut-turut jelang keberangkatan,” kata Rosan menjelaskan.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
32o
Kurs