Senin, 28 September 2026

Kemenag Luruskan Polemik Wakaf Saham Istiqlal: Bukan IPO, Tapi Ajak Pemilik Saham Berwakaf

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Thobib Al Asyhar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag. Foto: istimewa

Kementerian Agama (Kemenag) meluruskan polemik mengenai pernyataan Nasaruddin Umar Menteri Agama terkait Masjid Istiqlal, wakaf tunai, dan pasar modal.

Kemenag menegaskan, program yang dimaksud bukanlah upaya Masjid Istiqlal masuk ke bursa melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).

Program tersebut merupakan bagian dari gerakan Yuk Wakaf Saham, yang mendorong pemilik saham syariah untuk mewakafkan sebagian kepemilikannya melalui Nazhir Masjid Istiqlal.

Thobib Al Asyhar Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag mengatakan status Masjid Istiqlal sebagai Masjid Negara sekaligus lembaga nirlaba membuatnya tidak memiliki kapasitas maupun orientasi untuk melakukan IPO.

“Masjid Istiqlal berstatus sebagai Masjid Negara dan lembaga nirlaba (non-profit), sehingga tidak memiliki kapasitas maupun arah untuk melakukan penawaran saham perdana atau IPO,” ujar Thobib dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
31o
Kurs