Sabtu, 4 Februari 2023

Pembelajaran Sekolah Setelah Libur Lebaran Pemkot Berikan Opsi Tatap Muka atau Tetap Daring

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya bersama siswa SMP. Foto : Humas Pemkot

Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah berencana mulai berjalan setelah libur Lebaran. Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, salah satu persiapan sebelum dimulainya sekolah tatap muka jenjang SD-SMP di Kota Pahlawan adalah meminta persetujuan izin dari para orang tua. Dalam hal ini, pemkot telah memberikan dua opsi atau pilihan kepada para orang tua murid.

“Kita memang menyediakan dua opsi, secara tatap muka dan daring. Jadi siapa yang merasa nyaman dengan daring kita fasilitasi. Siapa yang nyaman dengan tatap muka kita fasilitasi. Jadi kita fasilitasi dua-duanya,” kata Eri Cahyadi, Senin (24/5/2021).

Selain meminta persetujuan dari para orang tua murid, Wali Kota menyebut, Pemkot Surabaya juga memastikan seluruh tenaga pengajar dalam sekolah tatap muka itu sudah menjalani dua kali vaksin. “Kita sudah menyiapkan seluruh guru divaksin. Kalau guru masih satu kali vaksin, maka dia tidak boleh mengajar tatap muka, kecuali yang sudah dua kali vaksin,” jelasnya.

Di samping itu, dalam proses pembelajaran tatap muka di sekolah, pemkot juga mewajibkan setiap lembaga pendidikan menerapkan SOP protokol kesehatan secara ketat. Seperti, menyediakan fasilitas cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, penataan jarak tempat duduk siswa, serta mewajibkan memakai masker dan face shield.

“Kapasitas adalah 25 persen dari ruang kelas. Siswa juga tidak boleh keluar dari ruangan. Jadi istirahatnya hanya di ruangan kelas, makan, setelah itu selesai, langsung pulang,” tegasnya.

Memastikan pembelajaran tatap muka nantinya berjalan secara optimal dan aman, Pemkot Surabaya sebelumnya juga beberapa kali melakukan ujicoba. Dalam ujicoba tersebut, pemkot menerapkan metode Hybrid Learning atau, pembelajaran dengan sistem daring yang dikombinasikan dengan pertemuan tatap muka di sekolah. (man/ipg)

Berita Terkait