Dhiannita mengungkapkan, wilayah terdampak banjir Kali Lamong dimulai dari Balongpanggang, Benjeng, Cerme hingga kawasan Banjarsari dan Kedayang. Pada masa lalu, tinggi genangan dapat mencapai lebih dari satu meter dan bertahan selama berhari-hari. Namun kini durasi genangan mulai berkurang.
Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah pembangunan retarding basin atau kolam retensi di Tambak Beras. Infrastruktur tersebut berfungsi menampung sementara air saat debit Kali Lamong meningkat sebelum dialirkan kembali secara bertahap setelah kondisi sungai normal.
“Retarding basin berfungsi memotong puncak banjir sehingga air tidak langsung masuk seluruhnya ke aliran sungai,” jelasnya.
Ia juga menyebut Bupati dan Wakil Bupati Gresik terus memberikan perhatian terhadap pengendalian banjir. Sejak 2021 hingga saat ini, normalisasi di kawasan Kali Lamong telah mencapai sekitar 80 persen.
“Daerah Kedayang yang sebelumnya hampir setiap tahun mengalami banjir besar hingga merusak tambak, dalam dua tahun terakhir sudah tidak mengalami banjir seperti sebelumnya,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

