Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan bahwa ia tidak mencalonkan diri sebagai ketua umum PBNU, melainkan pencalonan tersebut berasal dari PWNU Jawa Timur.
“Jadi ini kita memang persiapan dirinya itu bukan untuk pemilihan seperti ini, tetapi kita memang sehari-hari menjalankan kegiatan-kegiatan di NU itu memang sebaik-baiknya. Ini karena saya sudah terbiasa kita bersilaturahmi dengan yang lain dan kita menjalin hubungan-hubungan dengan semuanya,” ujarnya.
Sementara itu, saat ditanya mengenai sosok yang layak menjadi Rais Aam PBNU, Gus Kikin tidak menyebut nama tertentu. Ia justru menyampaikan kriteria ulama yang menurutnya ideal menduduki posisi tersebut.
Menurut Gus Kikin, Rais Aam harus memiliki keilmuan yang mumpuni. Selain itu, amalan dan aktivitasnya juga harus berlandaskan pada ilmu yang dimiliki.
“Rais Aam kalau yang zaman dulu memang dari sisi keilmuannya yang mumpuni. Kemudian memang yang terbaik itu namanya ulama itu adalah yang menjaga keilmuannya, jadi amalan-amalannya atau semua kegiatannya itu berbasis dari keilmuannya,” pungkasnya. (ris/saf/faz)












