“Jadi didukung oleh temuan kami di handphone, bahwa satu minggu sebelumnya itu tersangka browsing, terkait cara menghabisi korban dengan cara mencekik itu, tekniknya gimana, dia pelajari. Yang kedua, dia browsing alat mesin. Jadi, berbagai mesin dia pelajari satu-satu, dapatlah ketemu yang yang dijadikan barang bukti,” jelasnya.
Tidak hanya mempelajari cara membunuh, tersangka juga mencari kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan penyidik beserta jawaban untuk mengantisipasi pemeriksaan. Dalam hal ini, tersangka memanfaatkan percakapan dengan teknologi AI atau ChatGPT.
“Dia juga mempelajari kemungkinan-kemungkinan kalau dia bisa antisipasi kalau dimintai keterangan oleh kepolisian. Dia belajar dari chat dari AI, ya. Dia pelajari itu semua, skenario-skenario kalau polisi menanyakan ini, jawaban ini, menanyakan ini, jawaban ini, udah lengkap dia,” ujarnya.
Jumhur menjelaskan, perencanaan dan skenario tersebut berkaitan dengan pembunuhan terhadap korban pertama, yakni istri siri tersangka.
Sementara itu motif sementara pembunuhan diduga dilatarbelakangi persoalan ekonomi dan pertengkaran yang kerap terjadi setelah tersangka dan korban tinggal bersama di Madiun, usai sebelumnya menetap di Samarinda.
NOW ON AIR SSFM 100

