Senin, 22 Juli 2024

Hasil Sidang Komdis PSSI, Tiga Klub Liga 1 Kena Denda Jutaan Rupiah

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Bruno Moreira Soares pemain Persebaya Surabaya dan Ibrahim Sanjaya pemain PSS Sleman Bruno Moreira Soares Pesepak bola Persebaya Surabaya (kanan) terjatuh saat berebut bola dengan Ibrahim Sanjaya pesepak bola PSS Sleman (kiri) pada pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (3/3/2024). Foto: Antara

Hasil sidang Komite Disiplin (Komdis) PSSI pada 5, 6, dan 7 Maret menyatakan tiga klub Liga 1 Indonesia musim 2023/2024, yaitu Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, dan PSS Sleman terkena denda dengan nilai jutaan rupiah.

Dalam keterangan terbaru yang dirilis di laman resmi PSSI yang dikutip Antara, Selasa (12/3/2024), Persita Tangerang terkena denda paling besar, yaitu sebanyak Rp100 juta dan sanksi penutupan sebagian stadion (tribun timur bagian utara) sebanyak satu pertandingan saat menjadi tuan rumah.

Berdasarkan hasil sidang Komdis pada 5 Maret, klub berjuluk ‘Pendekar Cisadane’ itu terkena denda akibat insiden pelemparan kemasan minuman, penyalaan flare sebanyak delapan buah, serta terdapat beberapa penonton yang memasuki area lapangan pertandingan saat menjamu Borneo FC Samarinda pada 2 Maret.

Sedangkan, Persebaya Surabaya dan PSS Sleman sama-sama dikenai denda Rp50 juta akibat ada lima dan enam pemain dari masing-masing klub yang mendapatkan kartu kuning saat kedua klub bersua pada 3 Maret.

Untuk klub Liga 2, Persiraja Aceh terkena denda Rp25 juta akibat lima pemainnya mendapatkan kartu kuning dan Rp25 juta karena terdapat penonton yang memasuki area lapangan pertandingan saat menjamu Malut United FC pada 5 Maret.

Tidak hanya itu, klub dari ujung barat Indonesia itu juga terkena denda Rp10 juta dan sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak satu laga saat menjadi tuan rumah akibat gagal memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap perangkat pertandingan.

Sementara, Wahyudi Setiawan Hamisi pemain PSS Sleman terkena hukuman larangan bermain sebanyak tiga pertandingan sejak keputusan yang diterbitkan pada 6 Maret dan berlaku pada pertandingan terdekat, serta denda Rp25 juta akibat melakukan pelanggaran serius (serious foul play) dan menunjukkan gestur jari tengah terhadap pemain lawan saat bersua Persebaya Surabaya pada 3 Maret 2024.

Adapun, Muhammad Riyandi Pemain dari Persis Solo terkena hukuman tambahan larangan bermain sebanyak dua pertandingan sejak keputusan yang diterbitkan pada 6 Maret dan berlaku pada pertandingan terdekat serta denda sebanyak Rp10 juta.

Hukuman itu didapat Muhammad Riyandi akibat melakukan pelanggaran serius menggunakan tubuhnya secara berlebihan terhadap pemain lawan, serta mendapatkan kartu merah langsung saat berlaga dengan PSM Makassar pada 4 Maret. (ant/sya/faz)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Senin, 22 Juli 2024
28o
Kurs