Jumat, 30 September 2022

WNI Harus Segera Dievakuasi dari Wilayah Karantina di Tiongkok

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Abdul Kharis Almasyhari Ketua Komisi I DPR RI. Foto: Dok/Faiz suarasurabaya.net

Abdul Kharis Almasyhari Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI meminta Kementerian Luar Negeri RI untuk segera mendesak Pemerintah Tiongkok membuka jalur evakuasi warga negara Indonesia yang saat ini masih berada di Wuhan dan sekitarnya, Tiongkok.

Diketahui, WNI yang tercatat berada di wilayah Karantina total berjumlah 243 orang. Mereka semua tersebar di 15 kota yang ada di Provinsi Hubei.

“Kemenlu segera desak pemerintah RRT (Republik Rakyat Tiongkok) agar bisa berikan pertimbangan dan saran tindakan evakuasi, sudah makin banyak korban, hari ini saja meningkat dua kali lipat yang sebelumnya hanya 2.000-an menjadi 4.000 lebih, dengan korban meninggal lebih dari 100 jiwa ,” jelas Kharis dalam keterangan tertulis kepada media Selasa (28/1/2020).

Kharis menambahkan sudah belasan negara berupaya evakuasi warganya dari kawasan virus corona. Apabila memungkinan para WNI ini bisa langsung dibawa ke Indonesia atau dievakuasi keluar dari wilayah karantina dan tetap berada di wilayah China.

“Pemerintah harus siapkan kondisi terburuk seperti evakuasi dan karantina sesuai dengan SOP penanganan internasional dalam menghadapi virus ini, sehingga WNI yang dievakuasi harus dipastikan kesehatan dan keselamatannya sebelum sampai ke tanah air,” jelas anggota DPR RI Fraksi PKS ini.

Kharis mengapresiasi travel warning yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri hari ini ke Provinsi Hubei, Tiongkok, namun Kharis mengingatkan agar lebih baik diperluas bukan hanya Provinsi Hubei tapi juga ke semua wilayah karantina di Tiongkok khususnya dan Tiongkok umumnya kepada seluruh WNI agar sementara waktu kedepan untuk tidak berkunjung terlebih dahulu.

“Pemerintah Indonesia telah resmi mengeluarkan peringatan kunjungan bagi masyarakat untuk bepergian ke Provinsi Hubei, China. Saya apresiasi. Namun saya minta diperluas ke seluruh wilayah karantina dan kalau perlu tunda dulu ke Tiongkok sampai pemerintah Tiongkok bisa memastikan dan menghentikan isolasi di sana dan juga menyatakan wilayah tersebut telah aman untuk dikunjungi,” pungkas Kharis.(faz/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Jumat, 30 September 2022
29o
Kurs