Kamis, 29 September 2022

Studi Terbaru Temukan Gejala Long Covid Dialami Satu dari Delapan Orang

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi nyeri dada.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menunjukkan satu dari delapan orang yang terinfeksi virus corona mengalami setidaknya satu gejala long Covid-19.

Gejala umum long Covid yang dialami meliputi nyeri dada, sulit bernapas, nyeri otot, kehilangan indra perasa dan penciuman, serta rasa lelah.

Studi melibatkan lebih dari 76.400 orang dewasa di Belanda untuk mengisi kuesioner daring tentang 23 gejala umum long Covid-19.

Studi dilakukan antara bulan Maret 2020 dan Agustus 2021, setiap peserta mengisi kuesioner sebanyak 24 kali.

Selama periode itu, lebih dari 4.200 di antaranya atau 5,5 persen dilaporkan terinfeksi Covid-19.

Dari mereka yang terinfeksi, lebih dari 21 persen setidaknya mengalami satu gejala baru atau makin parah pada tiga hingga lima bulan setelah terinfeksi.

Kendati demikian, hampir sembilan persen responden yang tidak terinfeksi Covid-19 melaporkan peningkatan yang serupa.

Ini menunjukkan bahwa 12,7 persen atau satu dari delapan penyintas mengalami gejala jangka panjang.

Penelitian ini juga mencatat gejala sebelum dan sesudah infeksi Covid-19, sehingga memungkinkan para peneliti untuk menentukan dengan tepat apa yang berhubungan dengan virus tersebut.

Aranka Ballering salah satu anggota penelitian dari Dutch University of Groningen, mengatakan long Covid adalah masalah mendesak dengan jumlah korban yang meningkat.

“Dengan melihat gejala pada kelompok kontrol yang tidak terinfeksi dan pada individu sebelum dan sesudah infeksi SARS-CoV-2, kami dapat menjelaskan gejala yang mungkin merupakan akibat dari aspek kesehatan penyakit tidak menular dari pandemi, seperti stres yang disebabkan oleh pembatasan dan ketidakpastian,” katanya.

Penelitian dibatasi dengan tidak dimasukkannya varian baru seperti Delta atau Omicron, dan peneliti tidak mengumpulkan informasi tentang sejumlah gejala seperti kabut otak, yang juga dianggap sebagai gejala umum long Covid.

Christopher Brightling dan Rachael Evans, para ahli dari Universitas Leicester Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan riset ini adalah kemajuan besar pada penelitian long Covid sebelumnya karena memiliki kelompok kontrol yang tidak terinfeksi.

“Yang menggembirakan, data dari studi lain menunjukkan ada tingkat long Covid yang lebih rendah pada orang yang sudah divaksinasi atau terinfeksi varian Omicron,” kata mereka, seperti dikutip dari Antara, Minggu (7/8/2022).(ant/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Surabaya
Kamis, 29 September 2022
32o
Kurs