Pemkab Gresik bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo terus memperkuat upaya pengendalian banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Lamong.
Berbagai langkah dilakukan mulai dari normalisasi sungai, pembangunan parapet, penguatan tanggul, pembebasan lahan, hingga pembangunan kolam retensi sebagai solusi jangka pendek dan panjang.
Dhiannita Tri Astuti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik mengatakan, sebagian besar banjir yang terjadi di Kabupaten Gresik merupakan banjir luapan sungai.
Meski kewenangan pengelolaan sungai berada di pemerintah pusat, Pemkab Gresik tetap berkolaborasi dengan BBWS Bengawan Solo dalam penanganannya.
Menurutnya, terdapat tiga sungai besar yang melintasi Kabupaten Gresik, yakni Bengawan Solo, Kali Lamong, dan Kali Surabaya. Dari ketiganya, Kali Lamong menjadi penyumbang banjir terbesar, khususnya di wilayah selatan Gresik.

NOW ON AIR SSFM 100

