Rabu, 1 Februari 2023

Klub-Klub Liga 1 Enggan Komentar Soal Calon Ketua Umum PSSI

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Juni Ardianto Rahman Komisaris Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) (tengah) didampingi sejumlah petinggi PT LIB dan PSSI memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan LIB dengan para pemilik klub Liga 1 Indonesia 2022-2023 di Jakarta, Jumat (4/11/2022). Foto: Antara

Klub-klub Liga 1 Indonesia enggan bersuara soal sosok potensial calon ketua umum baru PSSI, untuk dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang rencananya digelar pada 18 Maret 2023 mendatang.

“Terlalu jauh kalau kita berbicara itu, apalagi kami masih tim baru. Jadi kami berharap siapa pun yang terpilih, semoga yang terbaik,” ujar Roofi Ardian Presiden klub RANS Nusantara FC di Jakarta, Jumat (4/11/2022) malam, dilansir Antara.

Roofi pun mengelak untuk menanggapi perihal nama-nama yang sudah beredar di masyarakat dan dianggap layak memimpin PSSI semisal Erick Thohir Menteri BUMN.

“Kami tidak mau ikut-ikut ke arah sana,” tutur dia.

Pendapat senada juga diutarakan Zia Ul Haq Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), perusahaan yang menaungi klub Madura United. Menurut Zia, pihaknya belum ingin berkomentar terkait calon ketua umum anyar PSSI.

“Para calon nantinya akan disampaikan oleh Komite Pemilihan PSSI. Setelah itu ada, barulah bisa bicara si A, B, C,” kata dia.

Untuk diketahui, PSSI memutuskan untuk mempercepat pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) pemilihan ketua umum serta anggota Exco baru, yang normalnya akan digelar pada November 2023, setelah menggelar rapat darurat pada 28 Oktober 2022 lalu di Kantor PSSI, Jakarta.

Organisasi yang kini dipimpin Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum itu pun, sudah melaporkan kepada FIFA bahwa KLB untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Komite Eksekutif (Exco) baru, akan digelar pada 18 Maret 2023.

PSSI juga memberitahukan kepada FIFA bahwa sebelumnya, ada kongres untuk menetapkan Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP) pada 7 Januari 2023.

PSSI menunggu persetujuan dan rekomendasi FIFA terhadap laporan tersebut sampai 7 November 2022, agar segera mengabarkan semua anggotanya soal KLB beserta tahapan-tahapannya.

Desakan kepada PSSI untuk segera menggelar KLB awalnya datang dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF), yang dibentuk Pemerintah Indonesia menyusul terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 135 orang dan ratusan lainnya luka-luka. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait