Selasa, 11 Agustus 2026

Kematian Winda Lorenza Gowasa Diselidiki dengan 5 Metode Scientific Crime Investigation

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak Kapolrestabes Medan (kiri) berbincang dengan Hinca Panjaitan anggota Komisi III DPR RI jelang Konferensi Pers seusai rapat membahas kematian Winda Lorenza Gowasa, Selasa (11/8/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Kemudian, penyidik menggunakan kedokteran forensik untuk kepentingan pemeriksaan autopsi terhadap korban. Polisi juga melakukan pemeriksaan melalui laboratorium forensik untuk menganalisis barang bukti, termasuk aspek balistik.

“Setidaknya ada lima langkah atau prosedur yang kami lakukan. Identifikasi atau Inafis, digital forensik, kedokteran forensik terkait autopsi, laboratorium forensik untuk analisa barang bukti dan balistik, serta psikologi forensik,” jelasnya.

Menurut Jean Calvijn, psikologi forensik digunakan untuk melihat profil perilaku korban serta kondisi psikologis dan sosial kedua anak korban.

Selain menggunakan pendekatan ilmiah, penyidik juga membagi proses pengumpulan fakta dan data ke dalam empat fase.

Fase pertama berkaitan dengan perjalanan awal pernikahan korban dengan saksi atau pihak-pihak terkait hingga keduanya bercerai.
Fase kedua mencakup fakta dan data mengenai kehidupan korban selama masa perceraian hingga berada di Jakarta.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2026
31o
Kurs